Artikel asli oleh Ustadz Abu Ahmad
Bagus, kalimat yang indah, mungkin itu sebuah penghargaan kepada kitab ini. Namun, seorang mu’min hendaknya tidak lepas lisannya dari berdzikir kepada Allah Ta’ala. Juga doa, yang merupakan ibadah. Lebih lagi doa adalah senjatanya seorang mu’min. Bahkan berdoa tidak hanya dikala susah saja. Seorang sahabat, Abu Darda radhiallahu’anhu berkata: “Berdoalah kepada Allah di kala suka, mudah-mudahan Allah mengabulkan doamu dikala susah” (Diriwayatkan Imam Ahmad dalam “Az Zuhd”).
Namun sayang masih banyak kaum muslimin yang terjerumus dalam kesalahan dalam dzikir dan doa. Mereka membuat-buat dzikir baru pada waktu-waktu tertentu yang dikhususkan. Padahal doa dan dzikir adalah ibadah yang pelaksanaannya mudah, kapan saja dan dimana saja, dan tidak boleh dikhususkan kecuali terdapat dalilnya.
Sekilas tentang Al-Ma’tsurat
Kitab al-Ma’tsurat oleh Hasan al-Banna adalah kitab yang sangat populer di kalangan kaum Muslimin di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan wirid-wirid yang terkandung di dalamnya dijadikan sebagai amalan harian wajib bagi para pengikut kelompok Ikhwanul-Muslimin dan kebanyakan para aktivis pergerakan Islam di Indonesia.
Beberapa bulan yang lalu telah masuk kepada kami pertanyaan dari sebagian pembaca tentang kitab al-Ma’tsurat ini, apakah kitab ini layak untuk diamalkan kandungannya, karena banyak dari kaum Muslimin di daerahnya yang mengamalkan wirid-wirid dalam kitab ini.
Maka dengan memohon pertolongan kepada Allah dalam pembahasan kali ini akan kami paparkan studi kelayakan kitab al-Ma’tsurat ini untuk dipakai dan diamalkan kandungannya. Baca entri selengkapnya »












peliharaannya menggigit bibirnya bagian atas.