Apa Itu Kolesterol?

Sebenarnya apa fungsi kolesterol dalam tubuh kita?

Ia diperlukan dalam berbagai proses metabolisme. Misalnya, selain sebagai bahan pembentuk dinding sel, kolesterol juga dibutuhkan untuk membuat vitamin D. Bahan ini juga berperan dalam penyusunan hormon-hormon steroid, termasuk hormon seks dan kortikosteroid. Demikian juga pembuatan asam empedu yang digunakan untuk mengemulsi lemak.

Kolesterol dibuat dalam hati dan usus halus, tapi “rumahnya” ada di darah. Ia terangkum dalam ikatan lipoprotein, yang terdiri atas chylomicron, VLDL (very low density lipoprotein), LDL(low density lipoprotein) dan HDL(high density lipoprotein).

Lipoprotein tersebut masing-masing mempunyai fungsi. Chyclomicron mengangkut kolesterol yang baru saja dibentuk dalam usus halus untuk kemudian dibawa ke limpa. VLDL bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi. LDL mengangkut kolesterol di dalam plasma darah untuk keperluan pertukaran zat. Sayang, dalam menjalankan tugasnya partikel-partikel LDL mudah menempel pada dinding pembuluh koroner. Sementara HDL berperan menangkap kolesterol bebas dari sel-sel membran yang mati, untuk diangkut kembali ke dalam hati. Karena itu HDL dikenal sebagai kolesterol yang baik.

Untuk menilai apakah kadar kolesterol seseorang tinggi atau rendah, harus dilihat pada kadar LDL dan HDL kolesterolnya. Pada tahun 1993 – 1994 NCEP(National Cholesterol Educational Program) memberikan batasan, kadar LDL maksimal bagi orang sehat berisiko rendah (kurang dari dua risiko terhadap PJK), adalah 190 mg/dl, idealnya 160 mg/dl. Bagi orang sehat (bukan penderita PJK atau stroke) yang mempunyai faktor risiko di atas dua, kadar maksimal LDL 160 mg/dl, idealnya 130 mg/dl. Sementara seorang penderita PJK atau stroke, LDL maksimalnya 130 mg/dl, idealnya 100 mg/dl atau di bawahnya.

Untuk melihat apakah seseorang berisiko PJK, bagilah kolesterol total dengan kadar HDL. Rasio yang diperoleh tidak boleh lebih dari 4,5.

Berisiko tinggi

Risiko tinggi untuk mendapat PJK dan stroke erat berhubungan dengan kadar kolesterol tinggi. Khususnya mereka yang mempunyai faktor risiko lebih dari dua, yakni pengidap hipertensi, diabetes mellitus, perokok, obesitas, dan mereka yang mempunyai faktor bawaan. Mereka yang berada di kelompok berisiko tinggi ini harus memperhatikan atau memperbaiki pola hidup sehari-hari. Bagi mereka dianjurkan untuk diet rendah lemak, berolahraga cukup, menjaga berat badan seimbang, dan berhenti merokok.

Stroke karena kolestrol tinggi disebabkan oleh kelainan dinding nadi (ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas pembuluh otak (arterosklerosis). Kasus-kasus stroke yang lebih jarang ada yang disebabkan oleh aneorisma pembuluh darah (yang menyebabkan pembuluh mudah pecah), emboli, atau irama jantung tidak normal.

Karena hati merupakan pusat metabolisme lemak, kalau terjadi gangguan pada organ hati dengan sendirinya kadar kolesterol akan terpengaruh. Seseorang yang sedang menderita hepatitis, pasti kadar kolesterolnya meninggi. Demikian juga seseorang dengan sumbatan pada saluran empedunya. Tetapi begitu si penyakit dapat dienyahkan, kadar kolesterol akan normal kembali.

Dalam persentase yang kecil, gangguan pencernaan juga bisa mengganggu keseimbangan kolesterol. Di sini kadar kolesterol meninggi karena enzim pengatur lemaklah yang terganggu. Seseorang dengan kelainan hipotiroid (hormon tiroid rendah) pun bisa terganggu kadar kolesterolnya, karena menurunnya tingkat metabolisme tubuh.

Kekurangan kolesterol

Kekurangan kolesterol berarti bisa menandakan seseorang tersebut mengalami gangguan kekurangan energi yang berat dan mengalami apa yang disebut ketosis dan asidosis metabolik. Mengapa? Karena ketika tubuh kekurangan/habis glukosa dalam tubuh maka lemak yang dibongkar pertama. Kolesterol merupakan lemak yang dimetabolisme untuk membantu menghasilkan energi menggantikan peran glukosa sebagai penghasil energi utama. Hasil dari metabolisme lemak ini menghasilkan benda-benda keton. Jika menumpuk benda-benda keton ini maka terjadilah ketosis. Benda-benda keton termasuk asam ketotik. Jika demikian jika ini menumpuk di darah maka akan menurunkan pH darah dan timbullah asidosis. Jika penyebabnya merupakan dari metabolisme yang nantinya terkait dengan proses eksresi di ginjal maka disebutlah asidosis metabolik. Kondisi ini dikenal juga sebagai ketoasidosis (menumpuknya benda-benda keton termasuk asam ketotik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: